Rabu, 23 Februari 2011

PHOBIA VALENTINE

Siang itu cuaca agak mendung. Isyarat awan pada Bumi bahwa hujan akan turun. Sepertinya cuaca yang mendung itu membuat hati Dera Kirana Larasati yang biasa di panggil Dera semakin pilu. karena teringat pada kekasihnya yang dulu tinggalkannya mendua. Dera siswa kelas XII SMU ini sangat menikmati lamunannya sampai menetes air matanya.

" Oh my God...!!! Mengapa aku selalu ingat dia terus sich? bukannya aku sudah punya Rizki?" desak Dera sambil menghapus tangisannya.

Tak lama berselang seorang pembantu di rumah Dera memanggilnya dengan nada panik dan sedikit menggoda. Bi Ita namanya.

" Non... Non... di tunggu di bawah sama mas ganteng" Bi ita mengetok pintu kamar Dera.

Dera yang saat itu melamun duduk di penggir jendela kamarnya sambil menghitung rintik hujan yang satu demi satu rintik menjatuhi halaman rumah Dera yang asri.

"Ahhhh.... siapa bi? Dera tersentak dari lamunannya
" Mas...Rizki ganteng Non!" kata Bi Ita sedikit bingung dengan tingkah Dera yang seperti orang ling lung
"Rizki...!" Dera langsung bergegas menghampiri Rizki yang saat itu menunggunya di ruang tamu.

Setelah sampai di runag tamu, Dera melihat Rizki sangat rapi seperti akan pergi ke suatu tempat yang formal banget.

" Hai...Beb." Dera melambaikan tangan dengan dahi berkerut keheranan.

Rizki yang melihat Dera belum rapi merasa sangat terkejut.

" Astaga Beb...?"
" Kenapa? Ada yang salah? Dera keheranan tanpa bersalah
" Beb... kamu lupa ya? Hari ini kan kita ada rapat pertemuan pengurus OSIS..! terus kamu belum siap-siap lagi....!!!?? Aduh.. Dera..Dera..!" Rizki kesal pada Dera yang suka lupa. Maklum Dera emang punya penyakit suka lupa gitu deh. Dera sangat serasi banget dengan Rizki yang selalu disiplin waktu.

Dengan tampang tak berdosa Dera dengan santai berkata.

" Hehehehe... sory Beb. Dera lupa lagi . Beb sih gak sms dari tadi."

Dengan raut penuh kesal, kecewa, dan gondok abis . Rizki berkata.

" Masyaallah, dari tadi aku sms. kenapa gak lihat Hp sich?"
" Hehehe... Hp nya mati Beb..!!!"
"Ukh...ya udah. sekarang ganti baju terus kita berangkat. Oke"
"Ok.. tunggu yah?"

Dera langsung bergegas mengganti pakaiannya dan langsung berangkat ke sekolah untuk rapat OSIS. Saat itu, hari sudah sore sekitar pukul 16.00. Setelah sampai di sekolah semua anggota OSIS rapat. Ternyata yang di rapatkan adalah acara valentine yang sengaja di adakan sekolah mereka untuk pertama kalinya untuk mempererat tali silaturrahmi antara siswa yang akan di adakan tanggal 14 Februari nanti. Meskipun valentin adalah budaya orang kristiani, tapi moment valentin ini di jadikan ajang luapan kasih sayang untuk orang tersayang bukan makan valentin yang di maknakan kaum kristiani. Semua panitia acara valentin bersama yang mengambil Tema " Valentine's Lover For My School " punya kesempatan satu minggu untu mempersiapkan acara itu. Setelah rapat OSIS usai HP Dera terus berbunyi. Membuat Rizki cemburu dengan tingkah Dera yang seperti orang ketakutan.

" Beb.. itu sms siapa? kok gak mau di buka? Buka za gpp kok " Rizki menyelidik
" Ehm... bukan sms siapa-siapa kok..!" Dera mencoba menyebunyikannya.
" Oh. ya sudah kalua begitu. ayo kita pulang...!" Rizki kecewa

Mereka pun pulang. Namun, di tengah perjalanan mobil yang dibawa Rizki terhenti sejenak. Didepan ada sosok laki-laki sebaya yang terlihat sedang menunggu seseorang. Dera turun dari mobil dan menghampiri laki-laki itu dengan penuh rasa iba. Rizki terdiam sejenak melihat adegan itu. Tapi Rizki membiarkan semuanya terjadi karena dia ingin melihat ap yang akan terjadi selanjutnya. Tak lama kemudian Dera kembali masuk ke mobil Rizki dengan rasa takut. seperti yang telah di duga. Rizki pun bertanya pada Dera.

" Beb...itu siapa? kok kamu akrab banget sama dia? "
" itu teman aku Beb...!!! "

Rizki diam sejenak dan dalam hati berbisik.

" Ada apa dengan mereka? ah... Tadi Dera bilang kalau dia temannya. "

Perjalanan pulang pun di lanjutkan. Dalam mobil, mereka terdiam seribu bahasa. Dalam benaknya Dera sangat takut dan merasa telah mengkhianati Rizki . Rizki hanya bisa memendam curiga dan cemburu dalam hatinya.
Keesokan harinya tepatnya tanggal 9 Februari. Dera yang biasanya selalu lupa tiba-tiba menjadi disiplin banget. Dia pun tak pernah lagi di jemput oleh Rizki. Rizki senang dengan perubahan Dera tapi ternyata di balik itu ada secuil gundah yang di simpan Dera. Laki-laki yang kemarin menghadangnya adalah mantan pacarnya yang mengemis meminta Dera kembali menjadi pacarnya. Namun, tentu saja Dera menolak karena Dera sangat menanti Rizki. Fian mantan pacar Dera itu terus memelas cinta pada Dera dengan berbagai cara. salah satu caranya yaitu dia mmebuat dirinya seolah menjadi orang yang menderita sedunia. Yang pada akhirnya Dera sangat lugu ini memberi simpati. Namun, Fian menanggapinya berbeda. Fian pun tau akan keberadaan Rizki di hati Dera.

" Dera...putuskan saja pacar kamu itu. " kata Fian membentak.
" Tidak... aku sangat sayang sama dia. Kamu jangan harap lebih dari ku karena aku hanya menganggap kamu sebatas teman baikku. "

Setelah beberapa hari lamanya mendekati hari valentine. Fian yang selalu di beriakn simpati oleh Dera ingin melakukan hal kurang ajar terhadapnya. Namun, tindakan Fian itu ketahuan oleh Rizki. Rizki pun sangat geram terhadap Fian dan Dera yang bergitu shock dengan kejadian itu langsung memeluk Rizki sambil menangis. Rizki juga sebenarnya sangat marah terhadap pada Dera atas tindakan yang telah dilakukannya meskipun Rizki mendukungnya. Namun, tindakan Fian yang sudah keterlaluan yang membuat Rizki tidak percaya lagi.

" Dera sudah cukup kegilaan yang kamu lakukan. Aku pacarmu Dera. Apa kamu gak lihat aku? Mengapa orang yang jelas-jelas ingin berbuat jahat sama kamu. kamu beri perhatian berlebih sedang aku pacarmu apa pernah kamu beri perhatian seperti itu? gak kan? Rizki marah pada Dera

Dera yang mendengar keluhan Rizki itu hanya bisa diam dan menangisi semuanya.

" Udahlah... sekarang saatnya aku menuntut apa yang menjadi hak ku sebagai seorang pacarmu" sambung Rizki

Sejenak kejadian itu, hubungan mereka menjadi renggang. Dera merasa sangat hancur dan tak bisa menerima semua kenyataan itu. Apalagi setelah dia tahu kalau kasih sayang yang di miliki Rizki untuknya telah terkikis walau status mereka masih pacaran.

" Beb... Maafkan aku yah? aku sayang sama kamu" Dera mengirim sms untuk Rizki
" yah... udah aku maafin. tapi semuanya tak bisa kaya dulu lagi" Rizki membalas sms Dera

Mereka masih menjalani hubungan pacaran. Tapi Rizki tak lagi peduli padanya. Dera sangat terpukul dengan semua itu sampai suatu hari saat tinggal sehari lagi Valentine. Dera dan Rizki bertengkar hebat.

" Rizki... aku gak terima kamu perlakukan kaya gini. Jangan gantung cinta ku. Jika kamu memang telah bosan terhadapku, lebih baik kita putus saja dan ambil jaln masing-masing. " Dera merajuk
" Tenang dulu.. jagan gerasak gerusuk gitu dunk beb... aku memang uidah gak terlalu care sama kamu. Tapi aku mau hubungan kita lanjutkan dulu" Rizki berusaha menenangkan
" tidak.. aku mau kita putus"
" Oke.. klo itu yang kamu mau, kita berakhir sampai disini." izki berlalu dengan sesal dan kasihan. sebenarnya Rizki tak inginkan semua ini.

Malam valentine yang suram pun dilalui oleh Dera. Dera dan semua temannya sekolah tak terkecuali Rizki menghadiri acara valentine yang diadakan sekolahnya. Dera hanya datang seorang diri sedang Rizki datang dengan pacar barunya. Dera semakin terluka. secepat itu Rizki melupakn semuanya.

" sialan... baru aja putus dari aku udah punya pacar baru. "

Dera memisahkan diri dari teman-temannya dan memilih untuk sendiri. Pesta yang begitu ramai yang digoyang oleh musik-musik pesta yang membawa happy. Tapi Dera tak sebahagia teman-temannya. Valentine yang dia harapkan jadi moment palin indah dalam hidupnya berubah menjadi valentine adalah hari yang palin buruk.

" I hate you Valentine.....!!!!! Gue gak mau valentine lagi dalam hidup Gue. "

Teriakkan itu memecah kesendirian hati Dera.

" Hargailah dan jagalah apa yang kau miliki saat ini karena jika teekah hilang kau takkan bisa mendapatkannya lagi. "